Sabtu, April 16, 2011

introspeksi diri

Kenapa bi lambangnya burung Garuda ?
Ya iyalah .. masak ulat bulu ..

Serangan ulat bulu sudah sangat meluas di Jawa Tengah, bahkan  sudah ditemukan juga serangan ulat bulu di Payakumbuh Sumbar. Banyak analisa mengatakan bahwa :

·        Berkurangnya  populasi hewan yang menjadi pemangsa alami ulat bulu saat ini, seperti burung pemakan serangga dan semut pohon turut memengaruhi merebaknya populasi ulat bulu karena rusaknya rangkaian rantai makanan
·        Penyebab merebaknya populasi ulat bulu bisa juga karena perubahan iklim, iklim yang tak menentu, yang mempengaruhi perilaku sejumlah spesies hewan.
·        Erupsi merapi ikut mempengaruhi terjadinya gejala ulat bulu

Kita harus berkaca pada Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raaf : 130 – 135 yang artinya sebagai berikut :

130.     Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
131.    Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
132.    Mereka berkata: "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu."
133.    Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa
134.    Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu[559]. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
135.    Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

Sensitivitas ummat Islam terhadap musibah sudah sangat tipis bahkan mati rasa. Semua musibah selalu dilemparkan kepada gejala atau fenomena alam. Para ilmuan mendukung teori ini dengan bahasa ilmiah dan sulit dimengerti membenarkan bahwa gejala alam adalah faktor utama terjadinya segala musibah. Dengan alasan ini mereka ingin menghindarkan diri dari tuduhan kedurhakaan kepada Allah SWT. Dan para musuh Islam tidak ingin  ummat Islam itu mengintrospeksi diri dan menyadari kelalaian ataupun kedurhakaannya kepada Allah sehingga kembali ke jalan Islam yang benar

Mestinya apapun yang terjadi pada diri kita dan negri ini harus menjadi bahan introspeksi dan evaluasi apakah kita sedang mendapat azab ataukah ujian. Kita harus dapat mengukur diri sendiri sejauh mana kita bisa dikatakan mendapatkan ujian.

Tidak mungkin kita mengatakan bahwa diri kita diuji apabila kita mendapatkan musibah sementara kita sering berbuat dosa dan melupakan Allah SWT

Ya Allah, janganlah Engkau cabut rasa takut kepada Engkau dalam diri kami

1 komentar:

  1. Subhanallah...
    ternyata bila dipandang dr sudut ini, sangat terbukti kbnaran Allah.
    sungguh umat ini tdk peka lg terhdap ibtila' yg di berikanNya.

    BalasHapus