Selasa, April 26, 2011

siapa yang radikal

Detiknews.com - Senin, 25/04/2011 16:47 WIB.  Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mewajibkan bagi kadernya mulai hari ini melakukan sweeping masjid Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia. Perintah sweeping ini terkait mulai banyaknya ajaran Islam radikal yang mengarah pada terorisme hingga paham Negara Islam Indonesia (NII). Nusron mengindikasikan banyak orang-orang berjenggot, berjidat hitam dan bercelana cingkrang tinggal di banyak masjid. Mereka bermukim di masjid-masjid yang tersebar di Tanah Air, mengajarkan ajaran Islam berdimensi radikalisme.

Dengan alasan apa mereka mengindikasikan bahwa  orang-orang yang berjenggot, berjidat hitam dan bercelana cingkrang adalah Islam radikal. Apakah mereka mengerti dengan arti radikal.

1.      Tentang Jenggot

Ibnu Umar telah meriwayatkan dari Nabi s.a.w. yang mengatakan :

        “Berbedalah kamu dengan orang-orang musryk, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis”
         (Riwayat Bukhari).

Perintah Rasulullah ini mengandung pendidikan untuk umat Islam supaya mereka mempunyai kepribadian tersendiri serta berbeda dengan orang kafir lahir dan batin, yang tersembunyi maupun yang tampak.

2.       Tentang Jidat Hitam

Jika Allah ingin memberikan rahmat kepada ahli neraka, maka Dia memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan mereka yang menyembah Allah. Lalu malaikat mengeluarkan mereka. Mereka dikenali karena ada bekas sujud pada wajahnya. Dan Allah mengharamkan neraka untuk memakan tanda bekas sujud sehingga mereka keluar dari neraka. Seluruh anak Adam bisa dimakan api neraka, kecuali bekas sujud. (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa orang yang shalatnya baik di dunia ini dan punya bekas sujud, nanti di akhirat kalau sudah terlanjur masuk neraka, akan dikeluarkan dari dalamnya. Dan cara untuk mengenalinya adalah dari cahaya bekas sujud yang memancar dari dahinya. Dan bahwa cahaya bekas sujud itu tidak akan hilang termakan oleh panasnya api neraka.
Adapun bekas sujud yang sifatnya seperti cahaya di akhirat nanti, kita dapati keterangannya dari hadits lainnya berikut ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun dari umatku kecuali aku mengenalnya pada hari kiamat kelak." Para shahabat bertanya, "Ya Rasulallah, bagaimana anda mengenali mereka di tengah banyaknya makhluk?" Beliau menjawab, "Tidakkah kamu lihat, jika di antara sekumpulan kuda yang berwarna hitam terdapat seekor kuda yang berwarna putih di dahi dan kakinya? Bukankah kamu dapat mengenalinya?" "Ya", jawab shahabat. "Sesungguhnya pada hari itu umatku memancarkan cahaya putih dari wajahnya bekas sujud dan bekas air wudhu'. (HR Ahmad dan Tirmizy)

Hanya yang perlu dipahami adalah warna kehitaman di dahi itu tidak selalu menunjukkan bahwa orang itu banyak shalat. Dan bukan juga lambang dari ketaqwaan seseorang.


3.    Tentang celana cingkrang

"Kain yang di bawah mata kaki tempatnya di neraka" (HR. Bukhari)

"Orang yang memanjangkan kainnya karena riya`, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat".(Hr.Malik, AbuDaud, An-NasaidanIbnuMajah).

Siapa yang memanjangkan pakaiannya karena khaila`(karena sombong dan bangga diri), Allah tidak melihatnya pada hari kiamat. Abu Bakar As-Shiddiq ra berkata,'Ya Rasulullah, kainku ini longgar namun aku tetap menjaganya. Rasulullah SAW bersabda,'Kamu bukan termasuk orang yang sombong dan bangga diri. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan hal itu. Namun berkaitan dengan bentuk hukum yang diistimbat, para ulama berbeda pandangan tentang keharamannya.
Sebagian ulama mengaitkan hubungan antra isbal dengan motifnya, yaitu sombong dan bangga diri.

Mengapa orang yang meyakini dan menjalankan sunnah Rasulullah saw yang menjadi panduan seluruh umat Islam harus di sweeping, apakah mereka akan mengatakan bahwa Rasulullah saw adalah radikal dalam versi mereka.

Islam tidak mengajarkan radikalisme dalam arti kekerasan, tetapi penting untuk radikal dalam memegang prinsip yang benar.

Dengan mensweeping orang-orang yang berjenggot, berjidat hitam dan bercelana cingkrang, mengindikasikan bahwa mereka bersikap radikal terhadap orang-orang yang menjalankan sunnah Rasulullah saw. 

1 komentar:

  1. Makar semakin menjadi-jadi Pak. Tapi kita punya Allah, sebaik-sebaik pembuat makar.

    BalasHapus