Rabu, Mei 04, 2011

apa yang tak mungkin

1.    Salahkah kalau bercita-cita menjalankan syariat Islam di Indonesia?
2.    Atau benarkah kita menganggap bahwa syariat Islam tidak sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini?
3.   Atau benarkah kalau kita merasa bahwa tidak mungkin syariat Islam dapat ditegakkan di Indonesia?

Firman Allah SWT dalam Surat Al – Maa’idah : 42

...... Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

Betapa banyak perkara yang terjadi di sekeliling kita, mulai dari yang sangat sederhana sampai yang tidak masuk diakal kita. Dan sudah banyak perkara tersebut yang sudah diputuskan oleh pengadilan negara atau lembaga adat ataupun oleh perangkat desa bahkan oleh keluarga. Sudah adilkah keputusan tersebut? Selalu ada ketidak puasan dari setiap keputusan dari segala pihak. Ada yang mengatakan bahwa hukuman itu kurang setimpal, terlalu ringan, terlalu berat dan lain-lain. Keadilan yang diputuskan tidak dapat memusakan segala pihak.

Seorang anak berusia 10 tahun mencuri voucher pulsa seharga Rp. 10.000,- masuk pengadilan negri dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
Seorang pejabat negara mencuri uang rakyat yang nilainya  tidak dapat dibayangkan oleh masyarakat miskin diancam hukuman 5 tahun penjara.
Seorang pemuda menzinahi wanita cantik dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara, ada juga setelah menzinahi wanita yang disukai ancamannya adalah dinikahkan dengan wanita tersebut .. enak nian..

Al-quran surat Al-Maa’idah : 50

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?


Dalam Surat Al-Baqarah : 185, Allah berfirman

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).....

Semua kita terutama ummat Islam yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sangat menyadari bahwa kita harus berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul. Sepanjang kita masih diakui sebagai manusia, dan semua orang masih mengenal kita sebagai manusia, maka sudah dijamin oleh Allah keselamatan di dunia dan akherat akan diperoleh selama kita berpegang teguh pada petunjuk yang telah diturunkan-Nya melalui Rasul.

Petunjuk tersebut tidak akan sesuai lagi bagi kita setelah kita tidak lagi diakui sebagai manusia. Apakah mungkin kita akan berevolusi menjadi gorila sehingga kita tidak lagi perlu berpegang teguh pada Al-quran?

Dan mengapa kita yang masih dalam wujud manusia  mengaku Islam dan menjadi figur masyarakat Islam, bahkan dianggap masyarakat sebagai guru, berani mengatakan bahwa syariat Islam itu tidak sesuai lagi dengan situasi saat ini.

Masihkah bisa dikatakan bahwa mereka itu manusia?

Dalam sejarah perjuangan Rasul dan para sahabat kita mengetahui bahwa perjuangan itu tidak pernah membuat suatu target bahwa syariat Islam harus ditegakkan pada tahun yang dikehendaki.

...... Salman berkata: “Wahai Rasulullah, ketika anda memukul batu itu, saya melihat kilat memancar.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Wahai Salman, engkau melihatnya?” Kata Salman: “Demi Dzat Yang mengutus anda membawa kebenaran. Betul, wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika saya memukul itu, ditampakkan kepada saya kota-kota Kisra Persia dan sekitarnya serta sejumlah kota besarnya hingga saya melihatnya dengan kedua mata saya.” Para shahabat yang hadir ketika itu berkata: “Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar membukakannya untuk kami dan memberi kami ghanimah rumahrumah mereka, dan agar kami hancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa. “Kemudian saya memukul lagi kedua kalinya, dan ditampakkan kepada saya kota-kota Kaisar Romawi dan sekitarnya hingga saya melihatnya dengan kedua mata saya.” Para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar membukakannya untuk kami dan memberi kami ghanimah rumah-rumah mereka, dan agar kami hancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa. “Kemudian pada pukulan ketiga, ditampakkan kepada saya negeri Ethiopia dan desa-desa sekitarnya hingga saya melihatnya dengan kedua mata saya.” Lalu beliau berkata ketika itu: “Biarkanlah Ethiopia (Habasyah) selama mereka membiarkan kalian, dan tinggalkanlah Turki selama mereka meninggalkan kalian.” (diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya dari Al-Barra` radhiyallahu ‘anhu:)

Sepeninggalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, terjadilah apa yang diberitakan oleh beliau. Kedua negara adikuasa masa itu berhasil ditaklukkan kaum muslimin, dengan izin Allah. 

Perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya telah memberikan pelajaran pada kita bahwa syariat dapat ditegakkan. negara adikuasa dapat ditaklukkan dengan ridha Allah.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar